Site Loader

Bagai sayur tanpa garam, liburan tanpa itinerary alias rencana perjalanan yang matang, kok, rasanya kurang lengkap dan menyenangkan, ya?

Yup! Kendati ada tipe pejalan yang memang sengaja memilih untuk “lost in the middle of nowhere”—dan tentu sah-sah saja—merancang itinerary dengan matang jelas memberi kita keuntungan tersendiri.

Itinerary alias rencana perjalanan sendiri bisa dimaknai dengan jadwal kegiatan selama kita berlibur, lengkap dengan estimasi bujet yang akan dikeluarkan.

Sebuah itinerary perlu memuat daftar tempat yang akan dikunjungi, jadwal kegiatan, hingga akomodasi seperti penginapan dan transportasi.

Adapun dengan perincian jadwal kegiatan yang sedemikian cermat dibuat, juga teliti dan detail, kita jadi bisa memeroleh berbagai keuntungan yang menyenangkan. Misal, perjalanan kita jadi lebih terarah, kita pun tak perlu membuang-buang waktu untuk berdebat dengan rekan perjalanan terkait destinasi mana yang harus lebih diprioritaskan.

Selanjutnya, permasalahan keterbatasan waktu juga bisa diatasi. Sebab, kita sudah punya jadwal yang jelas terkait aktivitas apa yang akan kita lakukan di suatu tempat, termasuk berapa lama kita akan menghabiskan waktu di tempat tersebut. Kedengaran rapi dan lebih terstruktur, bukan?

Nah! Permasalahan—dan pertanyaannya kemudian, bagaimana ya agar kita bisa menyusun itinerary dengan baik sehingga menguntungkan agenda perjalanan dan liburan kita?

Tenang! Kamu nggak perlu bingung karena di tulisan ini, kami akan segera beri bocorannya. Yuk, disimak bersama!

1. Buat daftar destinasi

Sebelum masuk ke proses pembuatan itinerary, sekali lagi, catat dulu jam keberangkatan dan jam kepulanganmu, lalu simpulkan berapa lama waktu yang akan kamu punya untuk liburan kali ini.

Waktu keberangkatan dan kepulanganmu akan menentukan agenda di hari pertama dan hari terakhir liburanmu.

Sementara durasi liburanmu akan menentukan alur kegiatanmu, berapa malam kamu akan menginap, serta penginapan di daerah mana yang paling memungkinkan untuk agendamu di setiap harinya.

Langkah pertama dalam membuat itinerary yang baik, kamu bisa membuat daftar destinasi di kota atau negara tujuan liburanmu. Bila kamu berlibur bersama teman-teman, kumpulkan request dari teman-teman seperjalananmu bila mereka ada permintaan khusus.

Misal, kamu ingin pergi ke Jepang, maka tuliskan semua tempat yang ingin kamu kunjungi di negara tersebut, entah itu di Tokyo, Kyoto, atau Osaka.

Atau kamu hanya fokus liburan di Paris? Maka tuliskan semua tempat incaranmu di Paris.

Tapi, aku belum tahu ada apa aja di sana?

Nah! Itulah mengapa kamu perlu melakukan riset demi memeroleh pengalaman terbaik di liburanmu.

Sebutlah kamu ingin memaksimalkan liburan kamu untuk shopping, maka carilah info tempat-tempat belanja yang ada melalui internet. Begitu juga kalau kamu pengin kulineran, main ke museum, atau melakukan wisata budaya.

Tak menutup kemungkinan, kamu juga bisa mencatat tempat-tempat incaranmu yang pernah direkomendasikan oleh para blogger, vlogger, atau influencer favoritmu.

Pokoknya, catatlah sebanyak-banyaknya tempat yang ingin kamu kunjungi, lalu mari kita lanjut ke tahap kedua.

2. Lakukan klasifikasi

Setelah membuat daftar lengkap tempat-tempat tujuanmu, sekarang saatnya kamu melakukan klasifikasi.

Klasifikasi yang dimaksud ini dibuat berdasarkan lokasi di mana tempat tujuanmu berada.

Kalau kamu berlibur ke Jepang, misalnya, dan kamu tidak akan stay seterusnya di satu kota saja, maka coba lakukan klasifikasi mana tempat tujuanmu yang berada di Tokyo, Osaka, atau kota-kota lain.

Di setiap kota, bila diperlukan, kamu butuh melakukan klasifikasi lagi. Misal, kamu bisa melakukan klasifikasi berdasarkan zona Utara, Selatan, Timur, atau Barat. Bisa pula klasifikasi berdasarkan distrik-distrik yang ingin kamu kunjungi. Seperti mana yang di Asakusa, Shibuya, atau Harajuku.

3. Manfaatkan peta online

Fitur “Add Stop” di Google Maps

Setelah melakukan klasifikasi, ini saatnya kita buat jadwal perjalanan per harinya. Untuk mempermudahmu, manfaatkan peta online yang ada, seperti aplikasi Google Maps, misalnya.

Kamu bisa melihat kembali daftar tempat yang sudah diklasifikasi. Lalu, manfaatkan pilihan “add stop” pada Google Maps, untuk melihat jarak antara satu tempat dengan tempat lainnya di satu kawasan yang sama.

Cara ini bisa kamu manfaatkan untuk menentukan tempat mana yang menjadi tempat pertama kunjunganmu di dalam satu hari, mana yang jadi destinasi kedua, ketiga, dan seterusnya.

Lakukan cara ini secara berulang untuk daftar tempat tujuanmu di klasifikasi area yang lain.

4. Menyusun jadwal

Setelah menentukan urutan tempat yang akan kamu kunjungi di setiap kawasan yang masuk ke dalam klasifikasimu, maka saatnya sekarang kita membuat jadwal kunjungan!

Pusing? Jangan dulu! Karena ini bagian yang paling menarik, lho.

Kamu bisa langsung membuat daftar sederhana untuk setiap harinya selama masa liburanmu.

Kembali ke contoh kunjungan ke Jepang tadi, misalnya kamu memulai dari Tokyo, maka hari pertama di Tokyo kamu bisa fokus ke daerah Shinjuku dan Shibuya. Nah, kamu bisa menentukan mana yang destinasi pertama, mana yang kedua, berdasarkan urutan yang telah kamu buat di tahap ketiga tadi.

Pastikan urutan yang kamu buat dan jam-jam kunjunganmu sesuai dengan jam-jam tempat incaranmu beroperasi, ya!

Lalu, hari berikutnya, kamu bisa fokus ke kawasan Asakusa dan sekitarnya. Lalu, hari berikutnya, kamu pindah ke kota berikutnya, dan menyusun jadwal yang sama.

Bila kamu hanya akan menghabiskan waktu selama tiga hari di Tokyo dan tidak semua tempat tujuanmu bisa kamu kunjungi, maka kamu bisa segera melakukan seleksi. Sehingga, jadwal perjalananmu yang sebenarnya membutuhkan waktu lebih dari tiga hari, bisa kamu padatkan menjadi tiga hari bahkan kurang.

Ingat, contoh dari kami ini hanya sebuah permisalan, ya.

5. Pesan penginapan sesuai rute

Bila jadwal kunjunganmu sudah dibuat secara detail hari per hari, dan destinasi terakhirmu di setiap harinya sudah kamu tentukan, maka saatnya kamu berburu penginapan!

Lebih baik, kamu memilih penginapan yang paling dekat dengan destinasi terakhirmu di setiap harinya. Sehingga setelah lelah berjalan seharian, kamu bisa langsung beristirahat tanpa perlu menempuh perjalanan yang jauh ke penginapan.

6. Cari informasi transportasi

Selalu ingat untuk mengumpulkan informasi terkait transportasi di negara atau kota tujuan liburanmu. Hal ini akan membuat waktu liburanmu menjadi lebih efisien.

Bila ada tiket transportasi yang bisa kamu pesan jauh-jauh hari, tentu akan lebih baik.

7. Review ulang seluruh itinerary

Ilustrasi

Setelah menyusun jadwal harian, lengkap dengan jadwal destinasi pertama, kedua, dan seterusnya, lalu memesan penginapan, dan mencari tahu informasi terkait transportasi, sekali lagi lakukan pengecekan ulang akan itinerary-mu.

Tujuannya, untuk mengecek sekali lagi apakah ada jadwal yang tidak sesuai dengan jam beroperasi tempat incaranmu? Atau adakah tempat yang belum kamu masukkan ke dalam jadwal harianmu?

Bila kamu sudah selesai membuat dan merancang itinerary-mu dengan baik, maka siapkanlah barang-barang bawaanmu untuk liburan nanti. Bersantai dan istirahat, serta jagalah kesehatan.

Oh iya, sadari pula bahwa ada banyak faktor yang mungkin akan “mengacaukan” rute perjalanan yang sudah kamu buat, seperti penerbangan delay, kemacetan, tempat wisata tutup, hujan, atau hal-hal lain.

Namun jangan kecewa dan percayalah, pasti ada aktivitas lain yang bisa membuatmu senang selama liburan nanti.

Jadi bagaimana, sekarang sudah siapkah kamu untuk merancang itinerary-mu sendiri dengan sempurna?

Ingat, kamu masih bisa menggunakan jasa berpengalaman dari Buddy yang ada di TravelBuddy, lho, untuk membantumu membuat itinerary.

Serunya, mereka juga bisa menemanimu berjalan-jalan di negara tujuan liburanmu nanti.

Yuk, segera hubungi kami dan buat perjalananmu lebih menyenangkan lagi!

Jeanett Verica

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Visit Our Website

travelbuddy.id

Archives

Categories